Gas Air Mata: Kandungan, Efek Samping, dan Cara Penanganannya
- ANTARA
VIVA Tangerang – Gas air mata atau tear gas merupakan senjata kimia yang umum digunakan untuk membubarkan kerumunan atau mengendalikan kerusuhan. Meskipun disebut gas, sebenarnya ia berbentuk aerosol, yaitu partikel padat atau cair yang tersebar di udara.
Lantas, apa saja kandungan gas air mata, efeknya bagi kesehatan, dan bagaimana cara menanganinya bila terkena paparan? Berikut penjelasannya.
Sejarah dan Penggunaan Gas Air Mata
Gas air mata, atau lakrimator, pertama kali diperkenalkan saat Perang Dunia I (1914-1918) antara Jerman dan Prancis. Seiring waktu, gas ini digunakan di berbagai negara dan dikategorikan sebagai senjata kimia. Gas air mata bekerja dengan mengiritasi selaput lendir di mata, hidung, mulut, dan paru-paru, sehingga menimbulkan rasa sakit, iritasi, hingga hilangnya penglihatan sementara.
Kandungan Gas Air Mata
Gas air mata mengandung berbagai senyawa kimia berbahaya, antara lain:
Chloroacetophenone (CN): Menyebabkan iritasi parah pada mata, kulit, dan saluran pernapasan.
-
Chlorobenzylidenemalononitrile (CS): Senyawa paling umum, lebih ringan dari CN namun tetap berbahaya.
Dibenzoxazepine (CR): Lebih kuat dari CS, menyebabkan efek lebih parah.
Oleoresin Capsicum (OC): Diekstrak dari cabai, menyebabkan sensasi terbakar hebat pada kulit dan saluran pernapasan.