Lemahnya Fungsi Inspektorat Disorot, Kasus Korupsi DLH Tangsel Jadi Sorotan Tajam

penggiat politik lokal, Sony
Sumber :
  • Yanto

“Yang jadi masalah, meskipun ada deteksi, praktik korupsi tetap terjadi. Artinya, ada yang salah dengan cara kerja Inspektorat. Bisa jadi karena mereka kurang independen,” ujarnya.

Kejati Banten Ditantang Berani Bongkar Semua Pihak yang Terlibat Kasus Korupsi DLH Tangsel Senilai Rp75 miliar

Lebih lanjut, ia menganggap kasus korupsi di DLH Tangsel hanyalah puncak gunung es dari permasalahan manajemen birokrasi yang lebih besar. Sony juga menyebut bahwa persoalan semacam ini tak hanya terjadi sekali dua kali, namun sudah menjadi pola yang terus berulang.

“Ini hanya satu contoh dari banyak kasus. Tata kelola pemerintahan di Tangsel memang harus diperbaiki. Banyak yang belum terungkap,” imbuhnya.

Tata Kelola Pemerintahan Disebut Seperti ‘Auto Pilot’

LBH Keadilan Sebut Ada Pelaku Lain yang Terlibat Korupsi Pengelolaan Sampah Kota Tangsel

Tak hanya menyentil kinerja Inspektorat, Sony juga mengkritisi arah kebijakan pemerintahan kota secara umum yang menurutnya berjalan tanpa kejelasan.

"Kadang rasanya kayak Tangsel ini jalan sendiri, seperti auto pilot. Ya, secara fisik mungkin terlihat berkembang, tapi kalau dilihat dari sisi tata kelolanya, masih lemah,” katanya dengan nada prihatin.

Cuma Sehari dan Gratis! Warga Tangerang Bisa Cek Emisi Kendaraan di Mall

Sony mendorong adanya pembenahan sistemik terhadap mekanisme pengawasan, termasuk memperkuat peran Inspektorat agar tidak bergantung semata pada laporan dari masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title