Ketika Ubisoft Mengambil Langkah Beresiko Tinggi

Ubisoft Halifax
Sumber :
  • Ubisoft - Game Developer

VIVA TangerangUbisoft merupakan salah satu dari raksasa game di balik beberapa judul terkenal seperti Assasin's Creed, Far Cry, Watch Dogs, Prince of Persia, dan lainnya. Meski demikian, saham di perusahaan tersebut menurun drastis setelah membatalkan 6 game dalam produksi, pembubaran 2 studio, dan penundaan tujuh game

img_title 5 Rekomendasi Film Religi untuk Mengisi Akhir Pekan Selama Ramadan

Dikutip dari Glitched pada Jum'at (23/01/2026), langkah tersebut merupakan 'perombakan besar-besaran perusahaan' yang menata ulang divisi game-nya menjadi lima 'rumah kreatif'; salah satunya adalah Studio Vantage. Tidak langsung menghasilkan hal baik, perusahaan tersebut mengalami penurunan harga saham sebesar 33%.

Menurut laporan CNBC, harga saham Ubisoft turun setelah kabar tentang perombakan itu tersebar, dari 6,64 menjadi 4,36 euro. Ini merupakan harga terendah yang pernah mereka capai sejak tahun 2011 yang turun menjadi 5 euro. Puncak saham yang pernah mereka capai adalah 107,90 euro pada Juli tahun 2018.

img_title Tips Menjalani Puasa Ramadan agar Tetap Produktif Sepanjang Hari

Beberapa alasan di balik penurunan saham ini adalah judul-judul terbaru dari Ubisoft yang penjualannya tidak sekuat dahulu.

"Skull and Bones", yang digadang-gadang akan menjadi game "AAAA" pertama Ubisoft mendapat kegagalan saat perilisan, dengan kritik penjualan yang buruk dan ulasan yang tidak berkesan.

img_title Tiga Manfaat Kesehatan Puasa Ramadan yang Jarang Disadari, dari Tubuh hingga Mental

Assasin's Creed Shadows tidak memberikan dampak signifikan untuk Ubisoft, meskipun menerima ulasan yang lebih baik dan terjual dengan hasil yan glebih bagus dari game sebelumnya.

Selain dari kualitas game secara keseluruhan, penurunan harga saham ini juga merupakan dampak yang dihasilkan dari penggunaan AI. Perusahaan tersebut, secara publik, menyatakan bahwa mereka berencana untuk menggunakan "AI generatif yang berinteraksi langsung dengan pemain" untuk judul-judul game yang akan datang.

Komunitas penggemar setia Ubisoft, yang umumya tak sabar dengan hal-hal baru, memberi reaksi negatif terhadap keputusan yang melibatkan kecerdasan buatan itu. Hal ini kemungkinan menjadi alasan untuk banyak investor yang tidak mau mengambil resiko atas keputusan dari Ubisoft.

Berdasarkan laporan The Guardian, perusahaan game itu mengatakan bahwa restrukturisasi tersebut didorong oleh pasar yang kompetitif untuk game genre AAA.

“Industri game AAA menjadi semakin selektif dan kompetitif dengan meningkatnya biaya pengembangan dan tantangan yang lebih besar dalam menciptakan merek,” kata pendiri dan kepala eksekutif Ubisoft, Yves Guillemot.

Halaman Selanjutnya
img_title